1

Struktur Morfologi dan Anatomi Daun pada Tumbuhan

Anatomi daun – Secara umum daun memiliki warna yang hijau dikarenakan memiliki kandungan zat hijau daun atau bisa disebut klorofil, daun merupakan salah satu bagian dari tumbuhan yang bisa tumbuh dari ranting pohon.

Warna hijau pada daun mempunyai fungsi utama untuk penengka[ energi dari cahaya matahari untuk melakukan proses fotosintesis.

Daun juga merupakan oragan tumbuhan yang terpenting dalam melangsungkan hidupnya tumbuhan, karena tumbuhan merupakan suatu organisme autotrof obligat yang mesti memasok kebutuhan energi tumbuhan melalui cahaya matahari menjadi enegri kimia.

Pada kesempatan kali ini decyra akan membahas mengenai anatomi daun, fungsi utama daun, struktur morfologi hingga bagian bagian daun.

Fungsi Utama Pada Daun

fungsi daun (anatomi)

pixabay.com

Berikut ini merupakan fungsi umum daun, diantaranya adalah :

  • Tempat terjadinya proses fotosintesis. Pada tumbuhan monokotil, proses fotosintesis terjadi pada jaringan spons, sebagai organ pernafasan tumbuhan. Sedangkan pada tumbuhan monokotil, fotosintesis terjadi pada jadingan parenim palisade.
  • Pada daun terdapat stomata, yang berfungsi sebagai organ respirasi.
  • Tempat terjadinya proses transpirasi.
  • Tempat terjadinya proses gutasi.
  • Sebagai alat perkembang biakan vegetatif, contohnya pada tumbuhan cocor bebek (tunas daun).

Struktur Morfologi Daun

struktur morfologi daun (anatomi)

dosenpendidikan.com

Menurut Tjitrosoepomo, 2009, Umumnya daun mempunyai struktur morfologi, diantaranya sebagai berikut :

  • Lamina (helai daun)
  • Petiolus (tangkai daun), terdapat pada bagian yang melekat pada batang yang disebut tangkai daun. Ada tanaman tertentu yang daunnya tidak bertangkai, seperti rumput.
  • Folius (pelepah daun), pada tanaman monokotil pangkal daun pipih, lebar dan membungkus batang. Contohnya : pelepah daun talas dan daun pisang.

Daun yang mempunyai tiga bagian tadi di sebut daun sempurna, contohnya daun talas dan daun pisang.

Daun yang tidak mempunyai satu bagian atau lebuh disebut daun tidak sempurna. Contohnya daun jambu dan daun mangga.

DIbagian permukaan lembar daun ada bagian urat atau tulang daun. Tulang daun ada empat macam, diantaranya sebagai berikut :

  1. Sejajar, Contohnya daun jagung.
  2. Melengkung, contohnya daun gadung.
  3. Menjari, contohnya daun pepaya.
  4. Menyirip. contohnya daun mangga.

Umumnya tumbuhan dikotil mempunyai daun dengan tulang daun menyirip yang tersusun dan juga menjari. Sedangkan, pada tumbuhan monokotil mempunyai daun yang tulang daunnya tersusun secara melengkung dan sejajar.

BACA JUGA : ANATOMI TUBUH MANUSIA

Struktur Anatomi Daun

struktur anatomi daun

astalog.com

Struktur anatomi daun ada 3 jaringan yang menyusun daun, diantaranya : jaringan epidermis, jaringan mesofil dan pengangkut.

1. Jaringan Epidermis

jaringan epidermis daun

pengajar.co.id

Jaringan epidermis terdapat satu lapis sel dan dindingnya mengalami penebalan dari kutikula (zat kutin) dan juga dari ligin.

Pada jaringan epidermis ada bagian mulut daun (stomata) yang di sampingnya ada dua sel penutup. Stomata ada yang terdapat di atas permukaan dain, contohnya pada tanaman yang memiliki daun terapung (daun teratai), ada yang terdapat di kedua permukaan daun dan juga ada di permukaan bawah saja.

Tumbuhan ficus memiliki epidermis yang menyusun atas dua lapis sel. Alat tambahan yang ada pada peidermis daun, diantaranya adalah rambut (trikoma) dan sel kipas (Mulyani, 2006)

Epidermis daun pada tumbuhan yang beragam dalam hal jumlah bentuk, lapisan, susunan stomata, struktur, penampilan, susunan trikoma dan adanya sel khusus.

Dalam strukturnya berbentuk pipih. Daun mempunyai dua jenis jaringan epidermis yaitu permukaan adaksial yang ddisebut permukaan atas daun dan permukaan bawah yang disebut permukaan abaksial. Pada permukaan tersebut ada ruang antara sel.

Antara sel epidermis ada sel epidermis yang mempunyai sel penjaga yang membentuk stomata. Struktur stomata yang bisa menutup dan membuka ini memiliki fungsi untuk tempat terjadinya pertukaran air dan gas.

Sifat yang terpenting pada jaringan daun adalah adanya kutikula dan dan stomata, serta susunan selnya kompak.

BACA JUGA : CIRI CIRI MAKHLUK HIDUP

2. Jaringan Mesofil

jaringan mesofil daun

Jaringan mesofil merupakan lapisan jaringan yang dasar dan juga terdapat antara epidermis bawah dan epidermis atas serta antara jaringan pengangkut.

Jaringan mesofil bisa tersusun dari parenkim yang berdiffensasi menjadi parenkim spons dan parenkim palisade. Sesuai dengan fungsinya, parenkim mesofil adalah area fotosisntesis utama karena memiliki kloroplas.

Parenkim palisade adalah sel yang wujudnya silindris, tersusun dengan rapat berjajar layaknya pagar. Umumnyua parenkim palisade ditemukan pada lapisan bagian atas daun, menduduki sekitar 1/2 – 2/3 mesofi, tetapi bisa dijumpai juga di sisi permukaan daun.

Mesofil terdiri dari jaringan parenkim yang berada berdampingan dengan epidermis. Mesofil mengalami diferensiasi membentuk jaringan fotosintetik yang didalamnya berisi kloroplas.

Kebanyakan tanaman ada dua jenis parenkim yaitu, parenkim spons dan parenkim palisade.

Parenkim Palisade

Parenkim palisade memenjang dan terdapat dan tampat berbentuk seperti batang yang tersusun dalam deretan. Pada tanaman tertentu, sel palisade bentuknya berbeda. Pada lillum ada banyak lobus besar di dalam sel palisade dan seperti bercabang.

Jaringan palisade tampaknya lebih rapat, namun sisi panjang selnya saling tidak berdampingan sehingga udara yang ada dalam ruangan antarsel tetap mencapai sisi panjang.

Parenkim Spons

Jaringan spons terdiri dari sel yang bercabang yang bentuknya tidak teratur. Bentuk dari sel parenkim spons bisa memiliki bentuk yang bermacam macam. Bentuk yang signifikannya adalah adanya rongga (lobus) yang ada antara satu sel dan lainnya.

Membedakan antara sel parenkim spons dan parenkim palisade cukup susah, karena apabila palisade terdiri dari beberapa lapisan, biasanya lapisan yang paling dalam mirip dengan parenkim spons yang didekatnya.

3. Jaringan Pengangkut

jaringan pengangkut daun anatomi

blogspot.com

Jaringan pengangkut biasanya terbagi menjadi 2 jenis yaitu floem dan xylem. Jaringan pengangkut memiliki dinding yang tipis untuk mempermudah terjadinya transpor atar sel.

Kebanyakan daun dikotil, jaringan sel pengangkut memperluas ke sel epidermis pada beberapa sisi daun. Sel yang sudah sampai ke arah epidermis ini membiliki fungsi dalam penganggkutan pada daun.

4. Stomata

tromata anatomi daun

istockphoto.com

Stomata memiliki fungsi sebagai organ respirasi. Stomata mengambil CO2 dari udara untuk menjadikan bahan fotosintesis dan mengeluarkan O2 sebagai hasil dari fotosintesis.

Letak dari stomata adalah di bagian epidermis bawah,. Selain stomata, tumbuhan tingkat tinggi juga bernapas melalui lentisel yang memiliki letak di bagian batang.

Perkembangan Daun

Perkembangan daun di mulai dari proses inisiasi (permulaan), perkembangan aksis daun, diferensiasi awal, adal usul helai daun dan jaringan helai daun.

  • Tahap Permulaan (Inisiasi)

Tahap inisiasi dimulai dengan pembelahan pada periklin di dalam kelompok sel kecil yang terdapat di sisi pucuk. Jumlah lapisan sel yang muali membelah dan posisinya terdapat di pucuk.

  • Diferensi Awal

Tahap diferensi awal ini sebagai hasil dari kelanjutan pembelahan sel, primordium daun menanjol dari mulai pucuk batang untuk menyokong yang memiliki bentuk tonjolan.

  • Perkembangan Aksis Daun

Dalam kebanyakan Gymnospermae dan daun dikotil, perkembangan aksis daun mendahului helai daun. Hasil dari perkembangan cepat dari primadona menjadi suatu bentuk yang layaknya kerucut yang runcing dan sisinya rata.

  • Asal Usul Helai Daun

Selama proses pemanjangan awal dan penebalan aksis daun muda, sel untuk tepi adaksial terus mengalami pembelahan dengan cepat. Inisial pinggiran merupakan sel lapisannya paling luar dalam tepi helai daun muda.

  • Histogenesis Jaringan Helai Daun

Pertumbuhan sisi berlangsung terus lebih panjang dari pertumbuhan apikal, tetapi berhentinya biasanya diawal.

Absisi dan Pengguguran Daun

absisi anatomi daun

generasibiologi.com

Absisi daun umumnya disiapkan pada dekat pangkal daun atau dasar tangkai daun. Daerah pengguguran ini menurut histologi bisa dibedakan dengan jaringan yang lain yaitu bagian luarnya ditandai dengan perbedaan warna epidermis dan lekukan dangkal.

BACA JUGA : SISTEM TATA SURYA TERLENGKAP

Secara histologi, pemisahan atau absisi terjadi dengan tahap melalui histologi sebagai berikut :

  1. Sel emplur mengalami pemecahan
  2. Sel korteks mengalami pembelahan
  3. Pembesaran sel dan diferensasi
  4. Korteks dan Pemecahan sel pembuluh

Demikian penjelasan mengenai struktur morfologi dan anatomi daun pada tumbuhan, semoga decyra selalu memberikan informasi yang bermanfaat untuk kita semua.

Show Comments

No Responses Yet

    Leave a Reply