1

7+ Arti Mimpi Menurut Pandangan Islam (Terlengkap)

Arti mimpi menurut islamSiapa yang tidak tahu mimpi? Semua orang pasti sudah tahu dan mengerti apa arti dari mimpi. Dan pastinya hampir semuanya dari kita sudah pernah mengalami mimpi. Baik itu mimpi indah ataupun mimpi buruk.

Mimpi erat sekali kaitannya dengan tidur. Sesuatu dapat dikatakan mimpi jika kita berada dibawah alam sadar kita, salah satunya adalah tidur.

Biasanya mimpi juga bisa disebut sebagai bunga tidur. Islam memiliki pandangan tersendiri terkait dengan mimpi. Untuk lebih jelasnya, kita akan membahas secara detail dalam artikel Arti mimpi menurut islam.

Keterangan dalam Alqur’an

mimpi adalah

Dalam al – Qur’an sendiri, Allah sudah membahas, bahwa salah satu cara Allah menyampaikan atau menurunkan wahyu, salah satunya adalah melalui mimpi.

Seperti ketika Nabi Ibrahim diminta untuk menyembelih anaknya Nabi Ismail. Allah menjelaskan dalam QS. As-Saffat ayat 102 yang artinya:

“Maka ketika anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata, “Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu!” Dia (Ismail) menjawab, ‘Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; Insyaallah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar”.

Dalam ayat tersebut dapat diambil hikmah bahwa mimpi tersebut merupakan sebuah perintah. Bukan hanya mimpi biasa yang biasanya kebanyakan orang – orang rasakan. Karena sebagaimana kita ketahui bahwa para Nabi itu memiliki keistimewaan tersendiri di sisi Allah karena tingkat ketaatan dan juga tingkat keimanannya.

Selanjutnya kitaakan membahas, bagaimana Islam memandang mimpi? Yuk simak penjelasan berikut ini….

Pandangan Islam Mengenai Mimpi

arti mimpi menurut islam

tafsir mimpi menurut islam

Dalam Islam mimpi itu dibagi menjadi tiga macam, pendapat ini berdasarkan hadits yang pernah disabdakan oleh Rasulullah SAW sebagaimana berikut ini:

Dari Abu Hurairah r.a, Rasulullah SAW bersabda: “Mimpi itu ada tiga macam: bisikan hati, ditakuti setan, dan kabar gembira dari Allah.” (HR. Bukhori)

Dari hadits tersebut, berikut akan kami jelaskan secara rinci.

1. Mimpi yang Berasal dari Setan

menanyakan arti mimpi

menanyakan arti mimpi

Sebagaimana kita ketahui bahwa setan selalu mencari celah untuk menggoda manusia. Sekali saja kita lengah, maka kita akan terjerumus dalam ajakan syaithan, na’udzubillahi min dzalik.

Salah satu setan untuk membujuk manusia adalah melewati mimpi. Dimana dalam mimpi ini mencoba ditakut – takuti sehingga menjadi takut. Mimpi yang semacam ini sering disebut dengan mimpi buruk.

2. Mimpi sebagai Kabar Gembira dari Allah

arti mimpi

Arti mimpi menurut islam

Mimpi dalam artian ini dapat dibuktikan saat zaman kenabian, dimana pada saat dulu nabi sangat mengharapkan mendapat mimpi agar bisa melanjutkan perintah atau petunjuk yang diberikan kepada Allah.

Jadi, mimpi itu merupakan salah satu cara diturunkannya wahyu. Sebagaimana dalam sebuah hadits yang berbunyi:

Dari Abi Sa’id, Rasulullah bersabda: “Mimpi yang baik adalah bagian dari 46 bagian kenabian.” (HR. Bukhari)

Dalam sebuah kisah nabi juga sudah pernah kita dengar mengenai cerita Nabi Yusuf dalam Al – Qur’an dikisahkan bermimpi melihat sebelas bintang, sebuah bulan dan sebuah matahari dimana mereka bersujud kepada nabi Yusuf.

Setelah beliau (Nabi Yusuf) bangun dari tidurnya, beliau menceritakan mimpi tersebut kepada ayahnya (Nabi Ya’qub).

Kemudian dari mimpi tersebut nabi Yusuf diberi tahu oleh ayahnya bahwa beliau (Nabi Yusuf) akan dijadikan salah satu orang pilihan Allah.

Makna dari 11 bintang tersebut merupakan penggambaran dari 11 saudaranya, dan 1 bulan merupakan penggambaran dari ibunya, 1 matahari merupakan penggambaran dari ayahnya.

Dengan adanya mimpi tersebut, nabi Yusuf diminta oleh ayahnya untuk tidak menceritakannya kepada saudara – saudaranya. Karena dikhawatirkan akan menimbulkan iri dan dengki dari saudara – saudaranya.

Nah, dari sini kita tahu bahwa Islam memiliki pandangan tersendiri mengenai mimpi. Bahkan salah satu nabi, yaitu Nabi Yusuf memiliki salah satu mukjizat, yaitu mampu menakwilkan atau menafsirkan arti mimpi.

Jadi, bukan berarti mimpi itu tidak memiliki arti. Hanya saja kita sebagai manusia biasa harus berhati – hati dalam menafsirkan mimpi kita. Karena kita hanyalah manusia biasa yang ditakutkan jika kita tidak berhati – hati dalam menafsirkan mimpi akan membuat kita menjadi Syirik dengan timbulnya Tiyaroh dalam diri kita.

Selanjutnya akan dibahas mimpi yang ketiga, dimana mimpi ini ditakutkan dapat menjerumuskan manusia pada hal – hal yang kurang baik.

3. Mimpi Bisikan Hati

Maksud dari mimpi dari bisikan hati ini adalah, mimpi yang timbul akibat angan – angan dari diri sendiri atau bisa dikatakan sebagai mimpi yang terbentuk akibat angan –angan dari diri sendiri.

Misalnya; jika seseorang memiliki baban fikiran sebelum tidur, dan ia terus memikirkannya. Maka yang terjadi adalah orang tersebut akan terbawa sampai ke dalam mimpinya apa yang diangan – angankan atau apa yang ia fikirkan sebelum ia tidur.

Mimpi yang seperti ini muncul dibawah alam sadar kita karena otak kita sudah tersugesti akibat dari memikirkan sesuatu itu secara terus – menerus. Banyak orang mengartikan mimpi ini sebagai bentuk dari bunga tidur.

Di dalam Islam sendiri, ia memiliki pandangan tersendiri mengenai mimpi yang semacam ini. Dimana dikisahkan ada seorang Badui yang bermimpi kemudian diceritakan kepada Nabi.

Berikut penggalan terjemahan/arti dari hadits yang menceritakan peristiwa tersebut.

Dari Jabir bin Abdillah r.a, ia berkata; Seorang Arab Badui datang menemui Rasulullah dan bertanya, “Ya Rasulullah, aku bermimpi kepalaku dipenggal lalu mengelinding kemudian aku berlari kencang mengejarnya.

”Rasulullah pun mengatakan “janganlah kau ceritakan kepada orang lain kelakuan setan yang mempermainkan dirimu melalui alam bawah sadarmu yaitu mimpi. “

Setelah kejadian itu, aku mendengar Rasulullah menyampaikan dalam khutbahnya: “Jangan sekali – kali kalian menceritakan ulah setan yang mempermainkan kalian dalam alam mimpi.” (HR. Muslim)

Rasulullah menganjurkan kepada kita untuk melupakan mimpi yang terjadi pada kita, karena hal itu sungguh lebih baik bagi kita. Dalam sebuah riwayat, Rasulullah bersabda:

“Apabila kalian mengalami mimpi buruk , hendaknya meludah ke kiri 3 kali, dan memohon perlindungan kepada Allah dari kejahatan setan dan dari dampak mimpi buruk.

Kemudian, jangan ceritakan mimpi tersebut kepada siapapun, maka mimpi itu tidak akan memberikan dampak buruk kepadanya”. (HR. Bukhori dan Muslim)

Penutup

Jadi, dalam hadits tersebut kita tahu bahwa bagi kita orang muslim, dianjurkan untuk tidak terlalu mempercayai mimpi.

Ditakutkan dengan banyaknya tafsir mimpi yang tidak memiliki dasar dan tidak memiliki arti apa – apa kemudian kita artikan sendiri sesuai dengan keinginan kita sendiri, maka yang terjadi adalah perbuatan syirik.

Karena secara tidak kita sadari kita akan mengira – mengira tafsir dari mimpi kita tersebut dan memiliki kecenderungan pada kejelekan yang akhirnya akan menimbulkan perasaan takut pada hal – hal yang seharusnya tidak boleh ditakutkan yang akhirnya akan menimbulkan kesyirikan. 

Nah, sekarang kalian sudah tahukan bagaimana Islam menafsirkan arti mimpi? Jadi, jangan sampai kalian menafsirkan mimpi menurut kalian sendiri dengan keinginan kalian yang menimbulkan lunturnya tingkat keimanan islam kita.

Demikian tulisan mengenai arti mimpi menurut pandangan Islam, semoga bermanfaat………

Show Comments

No Responses Yet

    Leave a Reply