1

Arti Syafakillah dan Penjelasannya (Terlengkap)

Arti Syafakillah dan jawabannya – Mayoritas penduduk Indonesia adalah beragama Islam. Sehingga tidak jarang masyarakatnya sering menggunakan ungkapan – ungkapan yang menggunakan bahasa Arab.

Ungkapan – ugkapan tersebut biasa digunakan saat mensyukuri atas kenikmatan dengan mengucapkan tahmid yaitu “Alhamdulilah”, tarji’; Innalillahi wa inna ilaihi roji’un; ketika mendapat musibah, tasbih; Subhanallah; ketika melihat sesuatu yang menakjubkan dari ciptaan Allah.

Masih banyak ugkapan – ungkapan lainnya yang menggunakan bahasa Arab dan merupakan do’a bagi umat muslim. Mengenai ungkapan yang menggunakan bahasa Arab, ada salah satu ungkapan yang sering juga digunakan umat muslim untuk mendo’akan umat muslim lainnya ketika sakit.

Ungkapan tersebut sudah sangat familiar bagi umat muslim, yaitu arti Syafakillah atau Syafakallah.

Penggunaan Syafakillah / Syafakallah

arti syafakallah

Penggunaan Syafakillah ataupun Syafakallah sebenarnya memiliki arti yang sama yaitu; semoga Allah menyembuhkanmu. Hanya saya penggunaan tersebut dibedakan berdasarkan dhomirnya atau subjeknya.

Saat subjeknya adalah laki – laki, maka yang digunakan adalah Syafakallah, begitu sebaliknya; saat yang sakit adalah perempuan, maka ungkapan yang digunakan adalah Syafakkillah.

Berbeda dengan penggunaan bahasa – bahasa yang lainnya terutama bahasa Indonesia, penggunaan bahasa Arab juga menyesuaikan subjeknya.

Berikut akan di jelaskan beberapa dhomir yang dapat digunakan saat akan mengunakan ungkapan syafakallah beserta dengan artinya.

Arti Syafakillah berdasarkan Kaidah Bahasa Arab

syafakillah thohurun insya allah

  1. شفا ك الله (Syafakallah); Semoga Allah memberikan kesembuhan kepadamu (laki – laki).
  2. شفا ك الله (Syafakillah); Semoga Allah memberikan kesembuhan kepadamu (perempuan).
  3. شفا كم الله (Syafakumullah); Semoga Allah memberikan kesembuhan kepada kalian (laki – laki).
  4. شفا ه الله (Syafahullah); Semoga Allah memberikan kesembuhan kepadanya (laki – laki).
  5. شفا ها الله (Syafahallah); Semoga Allah memberikan kesembuhan kepadanya (perempuan).
  6. شفاهم الله (Syafahumullah); Semoga Allah memberikan kesembuhan kepada mereka (laki – laki).
  7. شفاهن الله (Syafahunnallah); Semoga Allah memberikan kesembuhan kepada mereka (perempuan).

Dari penjelasan diatas kita dapat mengetahui bahwa penggunaan bahasa Arab berbeda dengan bahasa Indonesia.

Jika bahasa Indonesia menyamaratakan kata ganti orangnya meskipun itu laki – laki ataupun perempuan, seperti; dia, kamu, mereka dan masih banyak yang lainnya. Maka, bahasa Arab membedakannya sebagaimana penjelasan di atas.

Untuk jawabannya sendiri beragam, sebagaimana jawaban yang seharusnya diberikan saat diberi do’a oleh temannya.

Saat anda mendapatkan do’a syafakallah/syafakillah, maka anda dapat menjawabnya dengan :

  • Jazakallah khoiron katsira (semoga Allah membalas kepadamu kebaikan yang lebih banyak) untuk laki – laki.
  • Jazakillah khoiron katsira (semoga Allah membalas kepadamu kebaikan yang lebih banyak)  atau
  • Jazakallah ahsanal jaza’ (semoga Allah membalasmu dengan sebaik – baiknya balasan) untuk laki – laki,
  • Jazakillah ahsanal jaza’ (semoga Allah membalasmu dengan sebaik – baiknya balasan) untuk perempuan.

Masih banyak jawaban yang lainnya dengan menyesuaikan kepada siapa anda mengucapkannya. Namun jika anda merasa kesulitan, maka anda dapat membalasnya dengan mengucapkan Syukron (terimakasih).

Penjelasan Syafakillah / Syafakallah

syafakillah artinya

Syafakallah/Syafakillah artinya salah satu ugkapan dengan menggunakan bahasa Arab yang di dalamnya mengandung do’a.

Sedangkan Rasulullah sendiri menganjurkan kepada umatnya untuk mendo’akan saudara sesama muslim baik yang sedang mengalami kesusahan ataupun tidak. Karena kita tidak tahu do’a mana yang akan Allah kabulkan.

Bisa jadi dari do’a orang – orang yang mendo’akan kita dengan tulus. Nah, untuk adab menjenguk orang yang sakit, berikut beberapa adab yang harus diperhatikan ketika menjenguk saudara kita yang sedang sakit.

  1. Meniatkan menjenguk saudara kita yang sedang sakit hanya karena Allah dan mengikuti sunnah Rasulullah.
  2. Memberikan semangat dan nasehat untuk tetap sabar dan tabah dengan apa yang sedang di deritanya dan senantiasa untuk tetap berdo’a.
  3. Tidak mengucapkan kata – kata yang dapat menyinggung perasaan orang yang sakit.
  4. Memegang tangan atau mengusapnya dengan penuh kehangatan dan kelembutan (hanya untuk mahram) dan duduk disebelah kanan.
  5. Menanyakan keadaan dan kebutuhan yang diperlukan saudara kita yang sedang sakit.
  6. Melihat waktu saat menjenguk dengan tidak menganggu waktu istirahat.
  7. Tidak membuat kegaduhan di rumah sakit yaitu dengan berbicara sendiri dengan teman yang lainnya.
  8. Memberikan do’a kepada orang yang sakita agar segera diberi kesembuhan.

Selain beberapa adab tersebut yang harus diperhatikan juga terdapat beberapa hal yang harus dihindari, yaitu:

  1. Memasuki rumah atau ruangan dengan tidak sopan.
  2. Berlama – lama saat menjenguk sehingga menganggu waktu istirahat orang yang sedang sakit.
  3. Membicarakan hal yang sia – sia atau bahkan membicarakan kejelekan orang lain.
  4. Menjenguk saat waktu istirahat.
  5. Menggunakan atau mengambil barang – barang dengan tanpa izin orang yang sedang sakit.

Do’a Orang Sakit

doa orang sakit

doa menjenguk orang sakit

Rasulullah sendiri juga megajarkan kita untuk senantiasa mendo’akan orang atau saudara kita yang sakit, sebagaimana hadits berikut ini:

اذا دخل على من يعود قال: لابأس طهور أن شاء الله

Ketika beliau mengunjungi orang yang sakit, beliau berkata: Tidak apa, semoga sakit mu ini membuat dosamu bersih, Insyaallah. (HR. Al – Bukhori)

Selain do’a tersebut ada juga do’a yang lainnya yang biasanya digunakan saat menjenguk orang sakit, berikut do’anya;

اللهم ربّ الناس أذهب البأ س واشف أنت الشافي لاشفاء إلا شفاؤك شفاءلا يغادر سقما

Allahumma robbannasi, adzhabal ba’sa wasyfi antasyaafii laa syifaa illa syiifaauka syifaan la yughaadiru saqoman

Artinya: Ya Allah Tuhan dari semua manusia, hilangkanlah segala penyakit, sembuhkanlah, hanya Engkau yang dapat menyembuhkan, tiada kesembuhan kecuali dari pada – Mu, sembuh yang tidak dihinggapi penyakit lagi.

Hak Seorang Muslim Terhadap Muslim Lainnya

syafakillah

arti syafakillah

Selain itu, sebagai sesama muslim sudah sepatutnya kita saling mendo’akan. Apalagi di saat salah satu saudara kita ada yang tertimpa musibah atupun terkena penyakit, adalah suatu kewajiban bagi kita untuk menghibur dan memberikan dukungan kepadanya baik secara moril ataupun materiil. Dan tidak lupa pula untuk mendo’akannya.

Sebagaimana hadist Rasulullah yang menjelaskan tentang hak seorang muslim terhadap muslim lainnya, yang berbunyi sebagai berikut;

Dari Abu Hurairah r.a ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Hak seorang muslim terhadap sesama muslim lainnya itu ada enam yaitu:

1) jika kamu bertemu dengannya maka ucapkanlah salam,

2) jika ia mengundangmu maka penuhilah undangannya,

3) jika ia meminta nasihat kepadamu maka berilah ia nasihat,

4) jika ia bersin dan mengucapkan “alhamdulillah” maka do’akanlah ia dengan “yarhamukallah” (mudah – mudahan Allah melimpahkan rahmat kepadamu).

5) jika ia sakit maka jenguklah dan,

6) jika ia meninggal dunia maka iringilah jenazahnya. (HR. Muslim, No. 2162)

Rasulullah juga menjelaskan, bahwa ada pahala yang sangat besar bagi orang yang mau menghibur saudaranya yang sedang kesusahan dan mendo’akannya. Berikut haditsnya:

“Tidaklah pulang seorang muslim menjenguk muslim yang lainnya di pagi hari melainkan 70.000 malaikat bersholawat atasnya (memintakan ampun untuknya) hingga ia berada di sore hari.

Apabila ia menjenguk di sore hari maka 70.000 malaikat bershalawat atasnya (memintakan ampun untuknya) hingga ia berada di pagi hari. Dan ia memiliki buah – buahn yang di petik di dalam surga. (HR. At Tirmidzi No. 969).

Penutup

Begitu melimpahnya pahala orang yang menjenguk orang sakit dan mendo’akannya. Maka adalah sebuah kebaikan jika kita mau menjenguk dan mendo’akan saudara kita yang sedang dan sakit dan mendo’akannya salah satunya dengan ungkapan yang familiar dalam telinga kita yaitu Syafakillah/Syafakallah.

Demikian penjelasan mengenai arti syafakillah semoga bermanfaat dan kebenaran semata – mata hanya milik Allah. Wallahu a’lam bishawaab.

Show Comments

No Responses Yet

    Leave a Reply